Pelatihan Kewirausahaan 'Menembus Batas' Memperkuat Usaha Difable dan OYPMK di Hotel Radisson
Peserta Beragam Bisnis Difable dan OYPMK Terinspirasi oleh Pelatihan yang Diselenggarakan oleh NLR Indonesia dan Yayasan Karya Murni, Dibimbing oleh Alween Ong dan Fasilitator Misna Wati
Medan- Pelatihan kewirausahaan bertema "Menembus Batas" yang diselenggarakan oleh NLR Indonesia dan Yayasan Karya Murni telah berhasil menginspirasi peserta yang terdiri dari difable tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, dan OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) yang telah memiliki beragam usaha. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 18 hingga 20 September 2023, di Hotel Radisson.

Hari Pertama: Memulai Perjalanan Kewirausahaan
Hari pertama acara ini dimulai dengan penuh semangat ketika Kepala Dinas Koperasi Kota Medan memberikan sambutan pembukaan. Beliau menekankan pentingnya kewirausahaan dalam membuka peluang baru dan mengatasi berbagai hambatan.
Pemateri utama, Alween Ong, seorang tokoh yang diakui dalam dunia kewirausahaan, memulai dengan mengajak peserta untuk "Membangun Mimpi" melalui pembuatan "Dream Board." Para peserta dengan antusiasme merancang visi dan impian mereka dalam bentuk gambar visual yang inspiratif.
Sesi berlanjut dengan pemahaman mendalam tentang perencanaan bisnis menggunakan tools yang disebut "Business Model Canvas." Para peserta difable dan OYPMK memperoleh wawasan yang mendalam tentang langkah-langkah konkret dalam merancang model bisnis, termasuk pengidentifikasi pelanggan potensial hingga sumber pendapatan.

Hari Kedua: Branding dan Pemasaran Digital
Hari kedua fokus pada strategi branding dan pemasaran usaha melalui platform online. Para peserta diajarkan betapa pentingnya membangun citra merek yang kuat dan memahami cara memanfaatkan kekuatan media sosial dan alat-alat digital untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.
"Branding adalah salah satu kunci kesuksesan dalam bisnis. Ini adalah tentang bagaimana Anda ingin dikenal oleh dunia," kata Alween Ong selama sesi branding.
Sesi praktis membantu peserta dalam merancang strategi pemasaran online yang efektif, termasuk cara memaksimalkan potensi media sosial dan teknologi digital.

Hari Ketiga: Pembukaan Usaha dan Aspek Legal
Hari terakhir pelatihan fokus pada langkah-langkah praktis untuk membuka usaha, baik secara manual maupun digital. Para peserta memperoleh pemahaman tentang prosedur mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mengurus program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Sesi ini memberikan panduan yang sangat diperlukan untuk para peserta agar dapat memulai usaha mereka dengan benar dan mematuhi aspek hukum yang relevan.

Dukungan Para Suster, Terutama Suster Desi
Kegiatan ini tidak hanya berhasil berkat materi dan pemateri berkualitas tinggi, tetapi juga berkat dukungan dari para suster yang terlibat dalam panitia, khususnya Suster Desi dan Ibu Kiki. Mereka telah memastikan kelancaran acara dan kenyamanan semua peserta.
Suster Desi mengungkapkan, "Kami bangga dapat mendukung peserta dalam mengejar impian mereka dalam dunia kewirausahaan. Mereka adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kesuksesan dalam bisnis."

Inspirasi dan Kesempatan Baru
Pelatihan kewirausahaan "Menembus Batas" ini memberikan inspirasi dan peluang baru bagi peserta, terutama yang telah memiliki usaha mereka sendiri. Mereka meninggalkan acara ini dengan wawasan bisnis yang lebih baik, rencana yang lebih konkret untuk mengembangkan bisnis mereka, dan keyakinan diri yang lebih besar.
Alween Ong, pemateri utama, mengungkapkan, "Saya sangat yakin bahwa para peserta akan menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka. Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada batasan yang tidak dapat diatasi dalam mencapai kesuksesan dalam dunia kewirausahaan."

Pelatihan ini merupakan langkah pertama bagi para peserta untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan meraih impian mereka dalam dunia bisnis. Semoga kisah sukses mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengejar perjalanan kewirausahaan mereka sendiri.